Semangat selalu muncul di awal, berkali-kali hal ini saya alami. Ketika merintis pertama kali, rasa semangat pasti akan membuncah hingga melebihi batasnya. Semuanya bergerak, semuanya berfikir dan semuanya adalah saudara sepenanggungan.
Lambat laun, semuanya hilang. Ketika kesuksesan membentang, kemalasan dan ego pribadi mulai muncul perlahan tapi pasti. Tiba-tiba semuanya merasa dirinyalah yang paling benar, tiba-tiba semua merasa dirinya yang paling berat tugasnya, tiba-tiba semua merasa dirinya yang paling berat beban hidupnya.
Mulai bergerak sendiri-sendiri dan meninggalkan kelompok. Merasa menang karena telah keluar dan meninggalkan kelompok. Sebagian sibuk mengurusi urusan hariannya sebagian lagi alasan klise menjaga idealisme.
Kokoh di eksternal tapi rapuh di internal. Ini yang kerap terjadi biasanya.
Kemudian saat berhadapan dengan tribulasi, baru semangat itu muncul kembali. Tiba-tiba semuanya mendadak menjadi saudara kembali. Saling memberi perhatian, nasihat dan sebagainya. Tapi terlambat karena semangat yang murni itu sejatinya memang sudah tidak dimiliki. Ketika tribulasi itu terjadi maka satu saja semangat yang paling dominan muncul disana
Semangat saling menyalahkan...
(sebuah catatan pengalaman pribadi)
Lambat laun, semuanya hilang. Ketika kesuksesan membentang, kemalasan dan ego pribadi mulai muncul perlahan tapi pasti. Tiba-tiba semuanya merasa dirinyalah yang paling benar, tiba-tiba semua merasa dirinya yang paling berat tugasnya, tiba-tiba semua merasa dirinya yang paling berat beban hidupnya.
Mulai bergerak sendiri-sendiri dan meninggalkan kelompok. Merasa menang karena telah keluar dan meninggalkan kelompok. Sebagian sibuk mengurusi urusan hariannya sebagian lagi alasan klise menjaga idealisme.
Kokoh di eksternal tapi rapuh di internal. Ini yang kerap terjadi biasanya.
Kemudian saat berhadapan dengan tribulasi, baru semangat itu muncul kembali. Tiba-tiba semuanya mendadak menjadi saudara kembali. Saling memberi perhatian, nasihat dan sebagainya. Tapi terlambat karena semangat yang murni itu sejatinya memang sudah tidak dimiliki. Ketika tribulasi itu terjadi maka satu saja semangat yang paling dominan muncul disana
Semangat saling menyalahkan...
(sebuah catatan pengalaman pribadi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar