November 14, 2008

Pindahin Ibukota Yuk...!!

Malam ini (13/11) tepatnya jam 11, ane masih belum bisa (baca: belum boleh) tidur karena harus ngabisin satu buku. Satu ilmu lagi ane dapetin ternyata membaca itu pekerjaan ato hobi otak kiri.

Iseng2 setelah penat membaca, ane meriksa jumlah bonus sms yang ane punya. Wah ternyata masih ada 78. sayang nih, harus segera diberdayakan. Dengan semangat akhirnya ane mengetikkan beberapa kata yang terangkai jadi 1 kalimat indah begini kira – kira bunyinya “apa tanggapan anda jika ibukota pindah, dari jakarta ke papua?”

Langsung aja ane sebarin ke temen2, dan tanggapan dari mereka pun bermacam2. mulai dari yang jawabnya serius sampe yang nyeleneh.

Kalo ane sih sebenernya sepakat kalo misalnya ibukota dipindah. Terkait masalah mau di papua ato dimana ya ga jadi masalah (di bengkong juga gpp) tapi yang penting jakarta harus segera diselamatkan dan ibukota harus segera dipindah.

Nah lo, menyelamatkan Jakarta dari apa? Mau ada perang?

Sekarang ini Jakarta udah parah banget keadaannya. Banjir dari tahun ke tahun semakin parah. Gundukan sampah dapat teronggok lama dan baru diangkat ketika presiden hendak meninjau. Mengurus sampah di Jakarta memang sama susahnya dengan mengurus negara.

Belum lagi penambahan jumlah penduduk yang ga terkendali. Secara mendapatkan KTP resmi relatif masih gampang. Ukuran pembuatan KTPnya bukan lagi jumlah penduduk dan luas wilayah, tapi sepanjang blangko masih dapat dicetak.

Ditambah lagi, ajang idol dan kompetisi sejenis yang menjanjikan jadi artis instan memperumit keadaan di Jakarta. Pusat pemerintahan melengkapi penderitaan yang dialami oleh Jakarta.

Itu baru sebagian, masih banyak lagi permasalahan lainnya. Dengan keadaan seperti ini Jakarta sudah ga bisa lagi disebut kota, ia tak ubahnya seperti kamp pengungsian yang berisikan berbagai jenis orang. Kota yang sangat heterogen memang.

Untuk itu dalam upaya menyelamatkan Jakarta, sudah saatnya menghentikan kekaguman kita padanya. Berhenti mensukseskan urbanisasi dengan menceritakan orang2 yang berhasil mengadu nasib disana kepada orang2 kampung.

Jakarta adalah kota yang sakit dengan bermacam kanker yang bersarang dalam tubuhnya. Ada baiknya kita turut mengobatinya dengan mengangkat kanker tersebut dari Jakarta. Salah satu caranya memindahkan ibukota ke Papua.

1 komentar:

sipoet mengatakan...

mmm...
ide bagus, tapi bos kalo dulu tuh mindahin ibu kota dari jogja atau mana gitu (saya lupa) ke jakarta harus dalam keadaan darurat setengah mati tuh baru bisa.
kalo ini bisa nggak ya??
ya.. kalo bisa nggak usah pindah lah, repot ntar. jauh, ntar biaya transportasi makin MAHAL, he..he..
ya banyak alternatif koq,
Pemda DKI harus lebih kreatif dan solutif.
trus daerah laen jangan mau kalah berkembang seperti jakarta, misalnya Batam jadi sekelas kota singapura dan lain-lain..
nah jadi kan orang banyak pilihan..
tetap semangat..!!!