Mengamati semester baru ini ada sesuatu yang menarik. Untuk pelajaran agama Islam, seluruh mahasiswinya harus (ato emang malu, kurang tau) pake jilbab.
Paksaan emang kadang diperlukan untuk pembiasaan. Cuma agak aneh emang, kalo ini diterapin ke masyarakat awam yang emang beragam tingkat intelektualnya wajar, masalahnya ini mahasiswa yang secara intelektual merekalah anak muda yang punya kesempatan memperoleh pendidikan lebih tinggi dari masyarakat lainnya.
Hal yang sangat miris emang, karena ternyata kita lebih mentingin pandangan orang ke diri kita, lebih takut ancaman dan paksaan dari orang, lebih menuruti apa yang diinginkan orang daripada pandangan, ancaman serta perintah Alloh SWT. Sang Pemilik Jagad Semesta ini.
Fenomena yang banyak terjadi di sekitar kita, pakai baju taqwa ketika ada pengajian, nangis sesenggukan waktu denger tausiyah, tapi sesukanya lagi selepas keluar dari pengajian.
Pandangan orang jadi acuan, penampilan luar jadi ukuran.
”Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (Ash-shaf : 3)
Nah, kalo dah gini gawat nih. Dibenci ama pemilik semesta, pemberi rezeki n Yang Mengetahui segalanya. Mw jadi apa kita? Itu durhaka pangkat ~ namanya.
Yah, akhirnya kalo untuk berubah perlu ada paksaan ane Cuma berharap agar di kampus ane ada pelajaran agama setiap harinya.
Paksaan emang kadang diperlukan untuk pembiasaan. Cuma agak aneh emang, kalo ini diterapin ke masyarakat awam yang emang beragam tingkat intelektualnya wajar, masalahnya ini mahasiswa yang secara intelektual merekalah anak muda yang punya kesempatan memperoleh pendidikan lebih tinggi dari masyarakat lainnya.
Hal yang sangat miris emang, karena ternyata kita lebih mentingin pandangan orang ke diri kita, lebih takut ancaman dan paksaan dari orang, lebih menuruti apa yang diinginkan orang daripada pandangan, ancaman serta perintah Alloh SWT. Sang Pemilik Jagad Semesta ini.
Fenomena yang banyak terjadi di sekitar kita, pakai baju taqwa ketika ada pengajian, nangis sesenggukan waktu denger tausiyah, tapi sesukanya lagi selepas keluar dari pengajian.
Pandangan orang jadi acuan, penampilan luar jadi ukuran.
”Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (Ash-shaf : 3)
Nah, kalo dah gini gawat nih. Dibenci ama pemilik semesta, pemberi rezeki n Yang Mengetahui segalanya. Mw jadi apa kita? Itu durhaka pangkat ~ namanya.
Yah, akhirnya kalo untuk berubah perlu ada paksaan ane Cuma berharap agar di kampus ane ada pelajaran agama setiap harinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar