Oktober 26, 2008

Sublimasi Kekecewaan Minggu ini (Part III)

Heran, kiamat emang makin deket aja nih,,

nih sebagian buktinya;

.

Makin banyak aja orang yang bangga mempermalukan dirinya sendiri. Memakai pakaian, riasan dan bertingkah aneh untuk mendapat perhatian dari orang2 yang ada di sekitarnya.

Yang cewek penampilannya kaya’ cowo yang cowo penampilannya kemayu banget. Berpakaian di luar batasan moral jadi biasa asal itu bisa bikin orang di sekitarnya bahagia. Ngajak orang jaga budaya dan teguhkan keimanan dilakukan, tapi kelakuan sendiri ga sejalan. “Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan” (Ash-shaff : 3)

Pendidikan itu ya buat mainan, hura2, adu gengsi kekayaan dan lainnya membuat dunia pendidikan ini hanya menghasilkan produk2 lulusan yang tak berisi otaknya.
Ane fikir, itu pelajaran yang bisa diambil d
ari parodi yang tadi malem ditampilin di acara MKM (Malam Keakraban Mahasiswa).

Sebuah pertunjukan tanpa manfaat dan hanya ngumbar aurat.

Ini sebenernya yang bikin perasaan ane makin kacau waktu dateng acara MKM. Koq bisa gitu mahasiswa yang katanya manusia dengan tingkat intelektual diatas masyarakat lainnya menampilkan sebuah sajian tanpa makn
a di atas pentas, cuman sekedar meramaikan dan menghilangkan stress orang2, BASI alasan tu. Banyak acara sarat makna yang ditampilin dengan santai, menyenangkan dan menghibur.

Jangan TOR (Term Of Referrence) nya ngambil dari sinetron2 KATRO’. Yah, kaya gini hasilnya. Jujur waktu itu kalo jalan di belakang ane ga rame dihadang orang, ane pengen langsung pulang. Sedih banget liatnya.

Ngeliat orang2 yang bangga ketika ditertawakan, orang2 yang bangga karena melakukan kebodohan, orang2 yang bangga karena tampil aneh di luar batas moral.

Dan ini kayaknya yang bikin negara kita sulit maju, masyarakat kita juga apreciate terhadap lakonan yang miskin pesan kaya gini. Contoh kecilnya mungkin bisa dilihat dari orang2 di sekitar ane yang kemaren nonton juga, tertawa tergelak-gelak sampe mukulin temen sebelahnya mereka lakuin karena senangnya menonton lakonan murahan kaya gini.

Dan akhirnya, semoga bangsa ini bisa segera bangkit dari keterpurukannya. Saatnya bagi kita singsingkan lengan baju untuk membangun negeri ini.

Tidak ada komentar: