Wacana Ospek 1 tahun Mahasiswa Baru 2008
Jumat (6/6) saya diberitahu oleh salah seorang staff saya bahwa nanti sore ada undangan rapat dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), agenda yang dibahas ialah tentang kewajiban bagi mahasiswa baru 2008 untuk mengikuti salah satu organisasi di kampus. KeWAJIBan!! ketika mendengar bahwa agenda yang akan dibahas adalah wacana tersebut entah kenapa saya langsung berpikir “kok ga’ beda dengan waktu di sekolah dulu ya?” Semuanya serba wajib dan serba diatur.
Dunia kampus selalu identik dengan dunia mahasiswa, dan mahasiswa selalu identik dengan kebebasan. Sebagai contoh, ketika sudah menjadi mahasiswa kita tidak perlu lagi menggunakan seragam untuk ke kampus seperti saat masih sekolah, yang bebas teriak memaki dan menghujat serta protes kepada pemerintah atau birokrat kampus ketika ada kebijakan yang sewenang-wenang, jelas mahasiswa. Termasuk salah satunya ialah kebebasan untuk berorganisasi atau tidak.
Aktif berorganisasi ataupun tidak merupakan sebuah pilihan, hal ini sama dengan keinginan kita memeluk agama. Tidak boleh ada orang, organisasi bahkan negara sekalipun yang memaksa seseorang untuk memeluk agama tertentu. Sekarang apa jadinya kalau hal tersebut dipaksakan, tentu saja hal ini melanggar hak mereka untuk tidak aktif berorganisasi.
Dampaknya
Setidaknya sebelum memutuskan sesuatu kita bisa memikirkannya secara visioner, Apa dampaknya ketika kebijakan tersebut diberlakukan. Menurut saya ada dampak positif dan negatif yang akan terjadi nantinya ketika kebijakan ini diterapkan, dampak positifnya adalah akan banyak mahasiswa baru yang memasuki Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) ataupun BEM. Akan tetapi dampak negatifnya ialah keikutsertaan mereka dalam sebuah organisasi lebih dikarenakan keterpaksaan daripada sebuah kepahaman akan pentingnya berorganisasi.
Disamping itu, dampak lainnya yang saya takutkan ialah (semoga tidak sampai terjadi) munculnya stigma bahwa UKM serta BEM Otoriter dari mahasiswa baru. Kalau sudah seperti itu dikhawatirkan malah akan semakin banyak mahasiswa baru yang tidak mau berorganisasi lagi. Dan yang lebih parah lagi ialah terjadinya clash antara mahasiswa baru dengan UKM serta BEM.
Pemahaman Intinya
Tentunya kita tidak ingin hal-hal tersebut terjadi, dan sangat ironis tentunya ketika kampus yang seharusnya menjadi contoh good clean government malah menerapkan cara-cara otoriter dalam setiap tindakannya, dalam mencapai tujuannya. Kampus yang diharapkan dapat mengajarkan arti demokrasi sesungguhnya dan penerapannya ternyata malah menjadi avant garde yang meruntuhkan hal tersebut.
Lantas bagaimana agar mahasiswa baru nantinya punya minat untuk berorganisasi? Saya rasa berminat atau tidaknya mereka berorganisasi dapat ditanamkan lewat Orientasi Pengenalan Kampus (OSPEK). OSPEK merupakan gerbang dunia kampus yang pertama kali mahasiswa baru lalui. Kalau mahasiswa baru tersebut sudah paham akan pentingnya berorganisasi, maka hal ini akan lebih efektif dibandingkan dengan mewajibkan mereka untuk ikut organisasi. Untuk itu, peran panitia OSPEK dalam membentuk mahasiswa baru sangatlah besar.
Dan harapan yang besar juga digantungkan kepada Panitia Khusus (PANSUS) OSPEK yang merupakan utusan tiap HIMA. Terpilih sebagai PANSUS merupakan sebuah amanah yang besar, bukan hanya untuk “gagah-gagahan” atau sarana untuk “tebar pesona” kepada mahasiswa baru nantinya. Hendaknya PANSUS dapat memberikan bimbingan serta arahan kepada panitia OSPEK agar tujuan penanaman pemahaman pentingnya berorganisasi dapat tercapai.
Terakhir BEM lah yang punya tanggung jawab paling besar atas berhasil atau tidaknya OSPEK, karena kontrol PANSUS ada pada BEM. Oleh karena itu segala apa yang dilakukan oleh PANSUS hendaknya tetap dipantau oleh BEM. Intinya harus ada sinergi antara Panitia OSPEK, PANSUS dan BEM sendiri dalam mensukseskan OSPEK.
Penutup
Perbaikan demi perbaikan setiap masa merupakan hal yang memang harus dilakukan tapi tidak dengan cara – cara yang salah, seperti; pemaksaan,penindasan, kekerasan dan cara – cara yang salah lainnya. Banyak cara benar lainnya yang bisa digunakan untuk melakukan perbaikan-perbaikan tersebut. Akhirnya, semoga dengan datangnya mahasiswa baru Agustus nanti akan makin banyak insan perubahan yang, berubah setiap saat, bergerak setiap waktu, dan berjuang sepanjang masa untuk kemajuan bangsa.
HIDUP MAHASISWA!!!
Juli 24, 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar