November 28, 2008

SENDIRI..?? SIAP..!!

Hari ini semua orang sibuk, ga biasanya jalan keliling kampus sendirian kaya’ gini. Yang satu lagi uring-uringan masalah PA yang ditinggalin dosen pembimbingnya, 2 yang lain lagi ikut pelatihan di Pekanbaru, yang lain merajuk ga jelas cuman gara-gara masalah sepele.

Sendirian hari ini,

Ga enak memang rasanya, apalagi selama ini selalu bareng kalo kemana-mana. Cuman kayaknya mulai sekarang harus dibiasaain, mencoba jatuh hati pada kesendirian. Sampe nanti akhirnya saya bisa nemuin sapa orang yang emang bisa saya percayai.

Sekarang ini, hubungan relasi yang saya bangun hanya akan sekedar “seberapa besar manfaat yang bisa diperoleh dari dia untuk mencapai tujuan” cuman itu, ga kurang ga lebih. Selama dia masih bisa bermanfaat, berarti hubungan masih bisa dilanjutkan. Kalo udah ga’ lagi berarti saatnya disingkirkan, sebelum dia berbalik menyingkirkan saya.

Prinsip relasi yang buruk emang, tapi menumbuhkan persaudaraan memang bukan hal yang mudah. Kalo gagal, alih-alih menimbulkan kebaikan malah akan menimbulkan sebuah kejahatan. Sikap persaudaraan palsu, hanya akan membuat kita terperangkap pada permisifisme yang luar biasa. Akibatnya, kita bakalan cenderung toleran terhadap orang2 sekallipun ia melakukan sebuah kejahatan.

Yah, terserahlah orang mau nganggep gimana, satu hal yang pasti.

SULIT MEMANG MEMPERCAYAI ORANG..!!!

Ini yang Disebut Teman..!! (REAL TRAITOR)

Saya fikir selama ini orang di sekitar saya adalah sahabat,,
Saya fikir selama ini orang di sekitar saya kerabat,,
Saya fikir selama ini orang di sekitar saya sudah menjadi saudara,,
Tapi ternyata semuanya tak LEBIH dari teman biasa,,
Bahkan sebagian adalah pengkhianat sebenarnya,,

True Friend stab you in the front,,

Mereka yang memang teman sejati akan menikam dari depan,,
Saya fikir ini ada benarnya,,
Mereka yang memang teman sejati tak akan pernah mengkhianati,,
Saya fikir ini juga ada benarnya,,

Sekarang, mendapatkan teman sejati itu utopis,,
Di tengah kebusukan dunia seperti ini
Mendapatkan teman sejati itu tak lebih dari sekedar mimpi,,

Bagai pungguk merindukan bulan,,
Seperti itulah keadaannya,,
Sekarang, terserah anda, mau percaya saya atau tidak,,
Satu hal, jangan pernah terlalu mempercayai seseorang,,
Karena suatu saat ia bisa menusuk anda dari belakang,,
Mengkhianati anda,,

Bangunan relasi hanyalah sekedar simbiosis mutualisme,,
Ketika sudah tidak dapat menguntungkan lagi maka;
Pastikan ia memang sudah tidak berguna lagi,,
Lalu pastikan buang dia sejauh-jauhnya dari kehidupan anda,,
Sebelum, mengganggu , menjerumuskan, mengkhianati, meninggalkan
Dan bertransformasi menjadi pengkhianat yang sebenar-benarnya.

November 26, 2008

Bergerak Sekarang...!!!

A poem from the tomb at Westminster, England (1100 M)

Hasrat Untuk Berubah

Ketika aku masih muda dan bebas berkhayal,
Aku bermimpi inginmengubah dunia.
Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku,
Kudapati bahwa dunia tidak kunjung berubah.
Maka cita-cita itu pun agak kupersempit,,
Lalu kuputuskan hanya mengubah negeriku,

Namun tampaknya, hasrat itu[un tiada hasilnya.
Ketika usiaku telah semakin senja,
Dengan semangatku yang masih tersisa,
Kuputuskan untuk mengubah keluargaku,
Orang-orang yang paling dekat denganku,
Celakanya, mereka pun tidak mau diubah.

Dan kini,
Sementara aku berbaring saat ajal menjelang,
Tiba-tiba kusadari:

“Andaikan yang pertama kali kuubah adalah diriku,
Maka dengan menjadikan diriku sebagai panutan,
Mungkin aku bisa mengubah keluargaku.
Lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka,
Bisa jadi aku pun mampu memperbaiki negeriku;
Kemudian siapa tahu, aku bahkan bisa mengubah dunia”

November 20, 2008

Negeri yang Penduduknya Selalu Bersyukur,,

untung cuman keserempet,,

untung cuman ini,,

untung cuman itu,,

kalimat ini sering sekali dikatakan oleh orang-orang yang baru ngalamin suatu kejadian buruk di negeri ini. Beberapa orang bilang kalo ini sesuatu yang kurang bagus. udah kena musibah masih aja bilang untung.

tapi saya punya persepsi laen tentang itu, dengan makin banyaknya orang yang bilang untung ketika kena musibah ini mengindikasikan kalo ternyata di negara ini penduduknya memang selalu bersyukur. kena musibah aja bersyukur apalagi dapet barokah.

Di negara yang memang sedang bangkrut dan senantiasa dilanda berbagai musibah ini, sikap seperti ini mutlak diperlukan. walopun mungkin ini hanya sekedar kamuflase untuk menghilangkan sedikit rasa sakit akibat musibah yang kita alamin. Yah, tak ubahnya obat bius waktu mau dioperasi.

Yah, tapi setidaknya denga sederet kebangkrutan yang kita alami masih ada yang patut kita banggakan. Bahwa penduduk di Negeri ni masih senantiasa bersyukur.

don't worry be happy..

November 18, 2008

Ritsleting dan Pencapaian Tujuan,,

Kejadian ini terjadi beberapa hari yang lalu, waktu itu saya lagi di bengkel ngerjain PA (Proyek Akhir, Alhamdulillah akhirnya selesai juga). Dari kejadian yang terlihat sepele ini saya ngambil sedikit pelajaran tentang pencapaian tujuan.

Jadi waktu itu ada beberapa temen saya juga yang lagi sibuk ngerjain PA-nya. Salah satu temen saat itu memakai celana jeans dengan ritsleting yang terbuka. Beberapa orang temen pun mulai ramai ada yang mengingatkan (memberitahu) sampai mengolok-olok.

Tapi temen saya tu tetep aja fokus dengan apa yang sedang dia kerjakan. Seolah ga peduli dengan ejekan teman2 di sekitarnya dia tetap dengan santai meneruskan PA-nya.

Hingga ketika itu saya berdua dengan dia, lantas saya tanya “kenapa ga dinaikkin sih ritsletingnya? Dengan santai dia menjawab “abis percuma dinaikkin, ntar juga turun lagi, daripada repot naikkin terus mending dibiarin. Toh pake celana pendek koq di dalem.”

Jawaban temen tersebut langsung membuat saya tersadar bahwa ternyata selama ini saya terlalu sibuk memikirkan hal yang remeh temeh. Melupakan tujuan besar sebenarnya. Terlalu fokus pada hal – hal yang memang tidak terlalu penting hingga akhirnya tenaga terkuras habis untuk memikirkan masalah tersebut, konsentrasi tercurahkan ke masalah yang sepele.

Kalau kata ustad Anis Matta, orang yang seperti itu seperti orang yang sedang dalam perjalanan tapi terlalu banyak waktu yang terbuang percuma dalam perjalanan tersebut. Ketika ada tabrakan di jalan ia berhenti sebentar untuk sekedar melihat padahal tabrakan tersebut tidak ada hubungannya dengan pencapaian tujuannya. Begitupun ketika sampai pada suatu tempat dengan pemandangan yang indah, ia berhenti pula hanya sekedar untuk mengaguminya. Hingga memang pada akhirnya ia sampai pada tujuan tapi dalam waktu yang sangat lama.

Dan ini memang banyak terjadi diantara kita, sibuk debat kusir tentang permasalahan yang tidak penting tapi melalaikan tugas, amanah serta tanggung jawab yang berada di pundak kita.

Saatnya berbuat, fokus dengan tujuan kita, tinggalkan hal-hal yang tidak penting karena dengan itulah kita kan terakselerasi dalam pencapaian tujuan.